News

Sepakat Hentikan Permusuhan, AS dan Iran Bakal Bertemu di Qatar

Istanbul (KABARIN) - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan sepakat menghentikan aksi permusuhan dan akan kembali duduk di meja perundingan. Kedua negara dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, pada Selasa untuk membahas perselisihan terkait Selat Hormuz.

Laporan Axios pada Minggu (28/6) menyebut bentrokan yang sempat kembali terjadi dipicu oleh perbedaan penafsiran terhadap implementasi nota kesepahaman (MoU) yang mengakhiri perang, terutama mengenai ketentuan di Selat Hormuz.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kedua pihak telah memutuskan menghentikan seluruh aksi militer.

"Kami memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas kinetik," kata seorang pejabat senior AS, merujuk pada serangan dan operasi bersenjata lainnya.

Dalam MoU tersebut, Iran berkomitmen mengupayakan keselamatan pelayaran kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat sepakat mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebelumnya, dalam pembicaraan yang berlangsung di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran juga menyepakati pembentukan jalur komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Jalur ini dirancang untuk mengoordinasikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Meski demikian, hingga Sabtu jalur komunikasi tersebut dilaporkan belum mulai beroperasi. Di saat yang sama, Iran kembali menegaskan bahwa setiap kapal harus melakukan koordinasi sebelum melintasi Selat Hormuz.

Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss sebenarnya akan membahas program nuklir Iran. Namun, setelah ketegangan kembali meningkat, lokasi perundingan dipindahkan ke Doha, Qatar, dengan fokus utama pada situasi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa proses negosiasi antara AS dan Iran sempat menemui jalan buntu setelah bentrokan kembali pecah.

Sebagai informasi, nota kesepahaman yang dikenal sebagai MoU Islamabad mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Dokumen tersebut mencakup sejumlah kesepakatan penting, mulai dari penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, hingga rencana melanjutkan perundingan mengenai program nuklir Iran.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: